Sebelumnya ini cuma review yang saya diambil dari
banyak sumber di internet, jadi tidak terlepas dari unsur subjektivitas. kalo
bisa untuk konsultasi jurusan, silakan mencari info atau bertanya bukan pada
satu, tapi pada beberapa sumber agar infonya lebih valid :-)
jangan lupa share ke temen2 lain ya :)hmmm pajak ya? apa kata pertama kali yang tersirat di benakmu ketika mendengar kata "pajak"? mungkin beberapa akan ada yang jawab "gayus". (benar kan ?)
ilustrasi
Scene 1 (Teman SMA)
Temen: "kamu kuliah di jurusan apa ?"
Anak Pajak: "STAN cuy"
Temen: "waaah ntar jangan jadi gayus yaaa"
Anak Pajak: Loooh.. ?????????
Scene 2 (Angkot)
Orang Angkot: "kuliah di jurusan apa kak ?"
Anak Pajak: "Pajak bang"
Orang Angkot: "waaah adik kelasnya gayus donk"
Anak Pajak: Loooh.. ?????????
Scene 3 (Briefing SMA)
Anak Pajak: "ya adik2, kita dari mahasiswa Pajak, kita mau memberikan inf....."
Kelas: (menyela pembicaraan) "woooo gayus gayus!!!" *ngelempar kertas* *kelas ramai*
Anak Pajak: Loooh.. ?????????
Scene 4 (Rumah Mertua)
Mama Dhay : "dari rumah aja tadii ?"
Rangga : "iya, dari rumah langsung kesini, hehe"
Mama Dhay : "kuliah dijurusan apa sekarang?"
Rangga : "di pajak tante"
Mama Dhay : "owh bagus donk, belajar yang rajin
ya, ntar biar orangtuanya senang kalo nilainya
bagus. ga usah ikut2tan genk motor gitu ya, jauhi aja anak2 kayak gitu"
Rangga : "hehe baik
tante"(dhay keluar dari kamar)
Dhay : "ayo, maa aku keluar dulu ya.."
Mama Dhay : "oh iya, kemana?"
Dhay : "PRJ"
Rangga : "misi tante, Dhay saya ajak keluar dulu" :-)
yah, jika kamu kerja di Pajak, siap2 lah dengan resiko cemoohan, gunjingan orang tentang pekerjaanmu, dicurigai tiap ketemu, dan beban hidup lain. cuma ada sedikit orang yang membela Orang Pajak, beberapa diantaranya yaitu: calon mertua dan adik-adik yang mau masuk ke jurusan Pajak (seperti kalian :P)
Memang orang pajak itu kerjanya gimana dan dimana sih?
Pertama, saya mau meluruskan
dulu, bahwa kantor pajak itu sudah gak bisa mengotak-atik uang yang sudah
dibayarkan. Mengapa? Karena orang yang membayar pajak itu, membayarnya ga di
kantor pajak, tapi ke Bank, langsung ke Bendahara Pemerintah. Trus nanti bukti
bayarnya baru disampaikan ke kantor pajak.
Trus kenapa jalanan di depan saya
masih rusak-rusak? Uang pajaknya kemana?
Once more again, orang pajak itu
gak megang duit. Duit yang disetor masuk ke bendahara pemerintahan kemudian
oleh bendahara pemerintah tersebut disalurkan ke kementerian2 atau lembaga2,
misalnya kalo pembangunan jalan itu tugasnya Kemeterian Pekerjaan Umum, kalo
sekolah yang rubuh itu ke Kemendiknas, dst. Jadi kalo protes, protesnya ke
kementerian yang bersangkutan, jangan di pajak.
Misalnya nih, suami yang nyari
duit, istri yang ngelola. Kalo duitnya cepet habis kan gak lucu kalo protesnya
ke suami.(benerr juga yaa)
Trus G*yus itu dapet duit
darimana? Sebenarnya saya kurang begitu mengikuti, setahu saya G*yus itu
kerjanya di bagian banding. Jadi misal perusahaan udah dinilai kena pajak
sekian, trus banding ke g*yus (pake huruf
kecil aja deh :p) oleh g*yus dikabulkan bandingnya, nah si gayus lalu dapet
ceperan. Jadi ga menilap duit yang telah ibu dan bapakmu setorkan. Tapi dengan
kecolongan kasus tersebut, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) terus memperbaiki
diri.
gak hanya anak STAN yang bisa kerja di DJP. anak
UI, UNAIR, dll terutama yang ada jurusan pajaknya, juga bisa kerja di DJP pula
melalui tes CPNS. jadi misalnya DJP baik, itu bukan mutlak karena anak Pajak,
dan apabila DJP buruk, itu juga bukan mutlak karena anak Pajak. ya seperti
sm*sh lah. sm*sh sukses bukan cuma karena morgan atau bisma, tapi anggota yang
lain juga punya andil. #apabangetdeh
Tapi mayoritas/ hampir semua
anak dari luar STAN kerjanya di perusahaan sebagai konsultan Pajak. Karena tes
CPNS juga gak buka tiap tahun. FYI setiap orang/perusahaan diberi keleluasaan
untuk menghitung pajaknya sendiri. Kalo kamu datang ke kantor pajak trus bilang
“Coy! Itungin pajak gueh donk”
“Sorry ya? Emang eloh siapa gueh ?”
#gasegitunyaaaaa
Kalo kantor pajak itu adanya konsultan/Account
Representative, jadi buat bantu dan bertanya-tanya gitu
Nah maka dari itu perusahaan
perlu juga mempekerjakan konsultan pajak buat ngitung dan meminimalkan
pajaknya. Wah banyak donk yang dibutuhkan? Emmm kurang tau juga, tapi
sepertinya iya. Cek saja di koran atau lowongan pekerjaan.
Trus sebenarnya apa aja yang diajarin di
pajak?
Seperti jurusan lain di FE, ada mata kuliah yang
selalu ada di setiap jurusan : agama, bahasa inggris, bahasa indonesia, hukum,
etika, akuntansi, komputer dan lain lain
Selain itu ada mata kuliah khusus anak pajak
kayak PPH OP/ Badan, Potongan dan Pemungutan pajak, akuntansi pajak, PPN,
PPNBm, PBB, dan jenis-jenis pajak lain.
Intinya mempelajari aturan-aturan lah, ya jadi
agak-agak mirip akuntansi gitu. Dan antara pajak dan akuntansi memang
berhubungan dekat, HTS an lah, jadi akuntansi juga akan dibahas banyak di
jurusan pajak. jadi kuliahnya ga bisa sambil kayang-kayang ya, serius
Kampus Dengan Jurusan Perpajakan
Selain di STAN ada beberapa PTN yang mermbuka
jurusan perpajakan, walaupun belum belum banyak. Setau saya PTN yang membuka
jurusan pajak ada UI dan UnBraw itu sudah jenjang S1.
Untuk jenjang D3 ada di UNBRAW, UNDIP, USU. Itu
semua berada di PTN. Namun jangan khawatir apabila tidak rejeki masuk ke PTN
ada juga PTS yang membuka jurusan pajak yang kompetensinya tidak kalah dengan
negeri seperti di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara aLias UMSU fekon.umsu.ac.id/
dan saya sedang belajar disana.
Ada juga STPI alias Sekolah Tinggi Perpajakan
Indonesia jenjang diploma VI www.stpi-pajak.com/
bagii kamu calon mahasiswa yang lagi dilema...
tidak usah ragu.. segera bergabung dengan kami ya. :-)