20 Juli 2015
Dimana bumi dipijak disitu pula langit dijunjung.
Entah kenapa peribahasa itu sangat
cocok untuk dunia persahabatanku, dan juga dunia persahabatan sahabat-
sahabatku. Sewaktu di SD Aku punya beberapa sahabat. Di sekolah ada 2 orang dan
diluar sekolah ada 2 orang lagi. Kami sangat dekat sampai akhirnya harus
melanjutkan sekolah ke SMP. Disana Aku bertemu 3 orang sahabat ( 2 sahabat baru
dan 1 sahabat lama) dan diluar sekolah masih tetap 2 orang sahabat lamaku.
Begitu terus sampai akhirnya ke SMA. Dan
akupun merasakan bettapa sulitnya menemukan sahabat. Bisa dikatakan aku hanya
punya 3 orang teman dekat dan 2 orang sahabat ( 1 sahabat baru dan 1 termasuk
yang lama). Sampai akhirnya kuliah aku hanya bertemu satu orang yang pantas
disebut sahabat dan dia sangat berarti bagiku.
Dari kesemuanya sahabat itu,
hingga sekarang semuanya sudah lose contack terkecuali sahabatku dikuliah.
Bukan karena aku melupakan mereka tetapi jarak dan waktulah yang memisahkan
kami. Meskipun begitu mereka tetaplah sahabat- sahabat terbaikku. Dengan kami
tidak berkomunikasi bukan berarti kami saling melupakan. Aku juga percaya kalau
mereka juga merasakan yang sama sepertiku. Aku sangat menunggu moment dimana
kami akan bertatap muka dengan sahabat- sahabatku itu.