Gelar diakhir nama itu pasti

Gelar diakhir nama itu pasti

Senin, 21 Desember 2015

20 Juli 2015
Dimana bumi dipijak disitu pula langit dijunjung.

Entah kenapa peribahasa itu sangat cocok untuk dunia persahabatanku, dan juga dunia persahabatan sahabat- sahabatku. Sewaktu di SD Aku punya beberapa sahabat. Di sekolah ada 2 orang dan diluar sekolah ada 2 orang lagi. Kami sangat dekat sampai akhirnya harus melanjutkan sekolah ke SMP. Disana Aku bertemu 3 orang sahabat ( 2 sahabat baru dan 1 sahabat lama) dan diluar sekolah masih tetap 2 orang sahabat lamaku.
 Begitu terus sampai akhirnya ke SMA. Dan akupun merasakan bettapa sulitnya menemukan sahabat. Bisa dikatakan aku hanya punya 3 orang teman dekat dan 2 orang sahabat ( 1 sahabat baru dan 1 termasuk yang lama). Sampai akhirnya kuliah aku hanya bertemu satu orang yang pantas disebut sahabat dan dia sangat berarti bagiku.

Dari kesemuanya sahabat itu, hingga sekarang semuanya sudah lose contack terkecuali sahabatku dikuliah. Bukan karena aku melupakan mereka tetapi jarak dan waktulah yang memisahkan kami. Meskipun begitu mereka tetaplah sahabat- sahabat terbaikku. Dengan kami tidak berkomunikasi bukan berarti kami saling melupakan. Aku juga percaya kalau mereka juga merasakan yang sama sepertiku. Aku sangat menunggu moment dimana kami akan bertatap muka dengan sahabat- sahabatku itu.
06 Juli 2015

Merenung adalah hal yang biasa dilakukan setiap orang termasuk aku. Bias dibilang merenung adalah hobiku. Hari ini aku mendengar kabar yang sangat mengejutkan. Sehingga memutar ingatanku denghan film yang pernah aku tonton yaitu Surga Cinta. Lewat film Malaysia ini Aku jadi mengetahui bahwa jodoh itu ada 3 macamnya, termasuk jodoh dari setan, jodoh dari jin dan jodoh dari Allah.begitu juga dengan kabar yang barusan terdengar ditelinga ini adalah termasuk jodoh dari setan. Bagaimana tidak karena mereka berjodoh hanya karena menjalin hubungan yang dilarang agama hingga bertahun- tahun lamanya hingga sampai ke perbuatan yang sangat dibenci Allah apalagi kalau bukan maksiat yang akhirnya gadis itu pun mengandung sebelum menikah. Nauzubillahi.

                Nah, disini aku tidak akan bercerita tentang nasib gadis itu tetapi dari peristiwa ini aku benar- benar harus belajar lebih baik lagi untuk mengenal orang- orang disekitarku. Mengapa tidak karena gadis itu adalah orang yang sangat banyak dipuji. Dia selalu jadi pembanding untuk diriku sendiri. Dia selalu terlihat lebih baik dariku dari sisi manapun melihatnya. Bahkan Ibuku sendiri juga ikutan membandingkan gadis itu dengan diriku. Namun aku tetap menjadi diriku sendiri meskipun berusaha untuk meniru dia tetap saja aku tidak bisa.
02 Februari 2015

Apalah arti sebuah jabatan, Aku bahkan tidak pernah membanggakan itu dan Aku juga sama sekali tidak ingat akan jabatan itu, namun org lain …. 

Aku merasa kesepian dikeramaian ini. Kenapa sifat pendiam ini begitu mendarah daging seperti mendarah dagingnya sebuah ikatan.

Aku tidak bisa mengambil hati, aku hanyalah orang yang mengalir seperti air sungai di hutan yang tidak ada yang mengganggunya. aku bukanlah  seperti air sungai di sawah yang sangat diperlukan petani hingga selalu diganggu.
05 September 2015

Setiap mahasiswa pasti mengimpikan IP 4,0. Tetapi hanya orang yang tahu dirilah yg bakalan mengimpikan itu. Dan itu sangat jauh dari Ku. Namun,  Allah kembali menunjukkan kebesarannya bahwa setiap orang berhak mendapatkan itu. Tidak hanya orang pintar dan orang cerdas namun kepada orang yang beruntung. Aku merasa ini keberuntungan. Dan entah aku harus berbuat apa, ntah ekspresi ku seperti apa. Aku bahkan tidak senang tidak puas karena aku merasa aku tidak pantas mendapatkannya. Tetapi Allah lah yang memberikan ini semua. Meskipun di hadapan teman2 dan siapapun aku selalu membantah Ip sempurna itu,  tetapi dihadapan-Nya aku tidak pernah berhenti mengucapkan syukur ya Allah.